aku di bulan mei

May 18, 2009

alhamdulillahirabbil’alamin…
begitu banyak nikmat yang saya rasakan pada bulan ini…

bertemu teman-teman lama dari smu dan smp lewat media elektronik
hidup kami kembali beririsan setelah sekian lama terputus
saling mengisi dan melengkapi insya4JJl…

menemukan salah satu kawan lama dari smu
kini menjelma menjadi sesosok muslimah yang insya4JJl dicintai 4JJl
Bu Lia.. tetap bersyukur dan bersabar ya :)

suatu hari saya mendapati di atas sajadah berserakan belasan kuntum melati..
ya… memang hari itu melati lumayan banyak bermekaran di halaman saya..
tapi baru hari ini ibu saya menebarkan semua melati itu di atas sajadah saya…
tahukah bu.. itu seperti sebuah jawaban atas istikharah saya…
seakan-akan kau berkata “carilah keindahan atas dasar keimanan…”

hari minggu bersama jamaah MPI..

silaturahmi dengan saudara sepupu yang semakin erat..
kau seperti adik yang tak pernah kumiliki neng… :p

bergabung kembali dengan keluarga Maqdis.. Ahh…4 tahun cukup lama juga ya…

masih ada 2 minggu tersisa di bulan mei..
saya berharap kebaikan-kebaikan lainnya akan berdatangan
bukan hanya di bulan mei.. tapi di sisa umur saya…
Aamin Ya Rabbal’alamin…

Thanks mom… that means a lot… ^_^

Oleh: Tim dakwatuna.com

sumber:http://www.dakwatuna.com/2006/agar-pernikahan-membawa-berkah/

Di saat seseorang melaksanakan aqad pernikahan, maka ia akan mendapatkan banyak ucapan do’a dari para undangan dengan do’a keberkahan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW; “Semoga Allah memberkahimu, dan menetapkan keberkahan atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” Do’a ini sarat dengan makna yang mendalam, bahwa pernikahan seharusnya akan mendatangkan banyak keberkahan bagi pelakunya. Namun kenyataannya, kita mendapati banyak fenomena yang menunjukkan tidak adanya keberkahan hidup berumah tangga setelah pernikahan, baik di kalangan masyarakat umum maupun di kalangan keluarga du’at (kader dakwah). Wujud ketidakberkahan dalam pernikahan itu bisa dilihat dari berbagai segi, baik yang bersifat materil ataupun non materil.

Munculnya berbagai konflik dalam keluarga tidak jarang berawal dari permasalahan ekonomi. Boleh jadi ekonomi keluarga yang selalu dirasakan kurang kemudian menyebabkan menurunnya semangat beramal/beribadah. Sebaliknya mungkin juga secara materi sesungguhnya sangat mencukupi, akan tetapi melimpahnya harta dan kemewahan tidak membawa kebahagiaan dalam pernikahannya.

Seringkali kita juga menemui kenyataan bahwa seseorang tidak pernah berkembang kapasitasnya walau pun sudah menikah. Padahal seharusnya orang yang sudah menikah kepribadiannya makin sempurna; dari sisi wawasan dan pemahaman makin luas dan mendalam, dari segi fisik makin sehat dan kuat, secara emosi makin matang dan dewasa, trampil dalam berusaha, bersungguh-sungguh dalam bekerja, dan teratur dalam aktifitas kehidupannya sehingga dirasakan manfaat keberadaannya bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Realitas lain juga menunjukkan adanya ketidakharmonisan dalam kehidupan keluarga, sering muncul konflik suami isteri yang berujung dengan perceraian. Juga muncul anak-anak yang terlantar (broken home) tanpa arahan sehingga terperangkap dalam pergaulan bebas dan narkoba. Semua itu menunjukkan tidak adanya keberkahan dalam kehidupan berumah tangga.

Memperhatikan fenomena kegagalan dalam menempuh kehidupan rumah tangga sebagaimana tersebut di atas, sepatutnya kita melakukan introspeksi (muhasabah) terhadap diri kita, apakah kita masih konsisten (istiqomah) dalam memegang teguh rambu-rambu berikut agar tetap mendapatkan keberkahan dalam meniti hidup berumah tangga ?

1. Meluruskan niat/motivasi (Ishlahun Niyat)

Motivasi menikah bukanlah semata untuk memuaskan kebutuhan biologis/fisik. Menikah merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT sebagaimana diungkap dalam Alqur’an (QS. Ar Rum:21), sehingga bernilai sakral dan signifikan. Menikah juga merupakan perintah-Nya (QS. An-Nur:32) yang berarti suatu aktifitas yang bernilai ibadah dan merupakan Sunnah Rasul dalam kehidupan sebagaimana ditegaskan dalam salah satu hadits : ”Barangsiapa yang dimudahkan baginya untuk menikah, lalu ia tidak menikah maka tidaklah ia termasuk golonganku” (HR.At-Thabrani dan Al-Baihaqi). Oleh karena nikah merupakan sunnah Rasul, maka selayaknya proses menuju pernikahan, tata cara (prosesi) pernikahan dan bahkan kehidupan pasca pernikahan harus mencontoh Rasul. Misalnya saat hendak menentukan pasangan hidup hendaknya lebih mengutamakan kriteria ad Dien (agama/akhlaq) sebelum hal-hal lainnya (kecantikan/ketampanan, keturunan, dan harta); dalam prosesi pernikahan (walimatul ‘urusy) hendaknya juga dihindari hal-hal yang berlebihan (mubadzir), tradisi yang menyimpang (khurafat) dan kondisi bercampur baur (ikhtilath). Kemudian dalam kehidupan berumah tangga pasca pernikahan hendaknya berupaya membiasakan diri dengan adab dan akhlaq seperti yang dicontohkan Rasulullah saw. Read the rest of this entry »

Kuliah perdana Pra nikah

April 24, 2009

dapet copas dari : http://amaliasolicha.com/?p=266

Alhamdulillah ahad kemarin tanggal 20 April, telah dimulai kuliah perdana ini, dikarenakan beberapa request dari sahabat2, maka kucoba tuliskan materi perdana kuliah kali ini. Materinya Sesuai dengan kurikulum yang pernah kutuliskan disini..

Langsung saja yak ;)

Mengenai Persiapan nikah

Pertemuan kali ini terdiri dari beberapa point, point pertama dimulai dengan pendahuluan, berupa urgensi mengenai pernikahan, dilanjutkan dengan pembahasan bekal-bekal apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menikah.. Sebelumnya, mohon maaf jika pembahasan yang saya tuliskan lagi disini lebih banyak dari sisi muslimah, karena kelas antara ikhwan (laki-laki) dan akhwat (perempuan) terpisah, jadi masing2 punya pembahasan khusus tersendiri meski topiknya secara global sama :)

Berikut pendahuluan yang mengawali materi kali ini :)

Islam sangat mengajurkan pernikahan. Banyak ayat- ayat Al Qur’an dan Hadist Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang keutamaan dan hikmah pernikahan, antara lain : menentramkan jiwa, rasa kasih sayang, menutup pandangan dari yang diharamkan Allah, melestarikan hidup manusia-memelihara nasab, menjalin ikatan kekeluargaan, memperkuat hubungan kemasyarakatan dan merupakan jalan untuk mengatasi kemiskinan.

Keutamaan dan hikmah pernikahan tersebut akan bisa dicapai manakala bekal persiapan menikah dimiliki oleh mereka yang akan melaksanakan pernikahan. Memasuki gerbang pernikahan ibarat mulai menaiki kapal untuk berlayar di tengah samudra kehidupan yang luas dan dalam, sehingga mempersiapkan bekal untuk menghadapinya merupakan keniscayaan.

Adapun bekal-persiapan nikah meliputi :

A.Persiapan Ilmu-fikriyah

1. Matang visi keislaman :

Disana dijelaskan dari sisi individu seorang muslimah terlebih dahulu, mengenai urgensi dari kepahaman kita akan jati diri kita sebagai seorang muslimah dengan segala aturannya, bangga sebagai muslimah dan berusaha berislam secara kaffah.

Nah, Kematangan ini nantinya akan dapat berbuah keyakinan dan pemahaman bahwa dalam berumah tangga, interaksi antara seorang muslimah dengan suaminya kelak adalah manusiawi, namun pertanggung jawaban atas setiap akivitas itu langsung kepada Allah.. hmm artinya gini, jika kita menyadari bahwa setiap interaksi kita sebagai manusia itu pertanggungjawabannya langsung kepada Allah, maka muslimah akan lebih bersikap cermat baik dalam berniat, berbuat maupun bersikap. smuanya akan kita lakukan hanya karna Allah, mengharapkan Ridhonya, akan ad saat kita kecewa dan hal-hal yang tidak berkenan di hati, smuanya kita kembalikan pada Allah, karna apa, karna tanggung jawab kita langsung pada Allah.. Read the rest of this entry »

210409

April 21, 2009

suasana sore hari kala ramadhan…
tubuh lemah namun terasa tentram..
langit senja keemasan berbisik lembut..
harapan itu selalu ada…

selalu ada senyum di senja ramadhan …

diketahui:
Harga emas biasanya dinyatakan dalam bentuk $ X / oz
1 oz (troy ounce) = 31.103477 gram
Harga emas (24 karat) saat ini bisa didapat dari situs :
harga emas
Kurs US dollar terhadap rupiah bisa didapat dari situs:
kurs USD vs IDR
Andai harga emas saat ini = $880.70/oz ,
kurs US dollar terhadap rupiah : $1 = Rp.11,400.00 ,
dan y = Harga emas di pasaran (rupiah/gram) = harga emas dunia (rupiah/gram) + Rp.10.000,00/gram * .
ditanyakan:
Berapakah nilai y ?

jawab:
Misal z=harga emas dunia (rupiah/gram)
z = (Harga emas * Kurs rupiah terhadap US dollar ) / 31.103477gram/oz
= ($880.70/oz *Rp.11.400,00/$) / 31.103477gram/oz
= (Rp.10.039.980,00 / oz) / (31.103477 gram/1oz)
= (Rp.10.039.980,00 / oz) * (1 oz / 31.103477 gram )
= Rp.322.792,85 / gram
y = Rp.322.792,85 / gram + Rp.10.000,00/gram
= Rp.332.792,85 / gram

Jadi harga emas di pasaran = Rp.332.792,85 / gram
atau bila dibulatkan menjadi sekitar Rp.335.000,00 / gram
*Penambahan harga emas / gram di pasaran tergantung kebijakan masing2 toko
*Berhubung saya amatir , klo emang perhitungannya tidak presisi.. ya maaph.. kekekeke :p

subhanallah

March 18, 2009

makasih buat zakki yang forwardin tulisan ini ke saya

Jika kau merasa lelah Dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya
Sia-sia….
Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama Dan hatimu masih terasa pedih….
Allah SWT sudah menghitung air matamu.

Ketika kau fikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu Dan waktu serasa
Berjalan begitu saja…
Allah SWT sedang menunggu bersamamu.

Ketika kau berfikir bahwa kau sudah mencoba segalanya Dan tidak tahu hendak
Berbuat apa lagi…
Allah SWT sudah punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal Dan kau merasa tertekan…
Allah SWT dapat menenangkanmu.

Ketika kau merasa sendirian Dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk
Menelpon…
Allah SWT selalu berada disampingmu

Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang…
Allah SWT mempunyai Cinta Dan Kasih yang lebih besar dari segalanya
Dan Dia telah menciptakan seseorang yang akan menjadi pasangan hidupmu
Kelak.

Ketika kau merasa bahwa kau mencintai seseorang, namun kau tahu cintamu tak
Terbalas…
Allah SWT tahu apa yang Ada di depanmu Dan Dia sedang mempersiapkan segala
Yang terbaik untukmu.

Ketika kau merasa telah dikhianati Dan dikecewakan….
Allah SWT dapat menyembuhkan lukamu Dan membuatmu tersenyum

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan
Allah SWT sedang berbisik kepadamu

Ketika segala sesuatu berjalan lancar Dan kau merasa ingin mengucap
Syukur….
Allah SWT telah memberkahimu

Ketika sesuatu yang indah terjadi Dan kau dipenuhi ketakjuban….
Allah SWT telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi Dan mimpi untuk digenapi….
Allah SWT sudah membuka matamu Dan memanggilmu dengan namamu

Ingat dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap….
Allah SWT Maha Mengetahui.

Kisah ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah

chapter aslinya berjudul “Mencintai sejantan ‘Ali”

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah.
Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya.
Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.

Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta.
Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta.
Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.
Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!
Maka gadis cilik itu bangkit.
Gagah ia berjalan menuju Ka’bah.
Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam.
Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.
Mengagumkan!
‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta.

Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan.
Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi.
Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah.
Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.
Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr.
Kedudukan di sisi Nabi?
Abu Bakr lebih utama,
mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali,
namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi.
Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah
sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya..
Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah.
Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab..
Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.
Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud..
Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali?
Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah.
’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.

”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.
”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan.
Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Read the rest of this entry »

Berawal dari kebiasaan saya membetulkan kabel pegangan telpon di meja kerja teman saya bila saya sedang mengobrol dekat mejanya. Entah, tapi rasanya kurang nyaman melihat kabelnya terpilin,  jadi saya biasanya mengangkat gagang telpon, mengambil pangkal kabel telpon dan menjulurkan gagang telpon ke bawah yang otomatis berputar karena kabel yang terpilin, kemudian menaruhnya kembali bila kabelnya sudah tidak terpilin.

Rupanya teman saya menyadari hal itu, dan ia suka dengan sengaja memilin kabel telpon dahulu jika melihat saya mendatangi mejanya. Dan saya selalu membetulkan kabel telpon yang terpilin itu. Akhirnya teman saya berkata bahwa mungkin saya memiliki gejala obsesif kompulsif.

Obsesif kompulsif, apakah itu?

Setelah googling sebentar, saya menemukan tentang obsessive compulsive disorder atau disingkat OCD.

Setelah baca2 dari situs http://bayuaslilow.multiply.com

Berikut keterangannya

Obsesi adalah ketekunan yang patologis dari suatu pikiran atau perasaan yang tidak dapat ditentang yang tidak dapat dihilangkan dari kesadaran oleh usaha logika, yang disertai dengan kecemasan. Sedangkan kompulsi adalah kebutuhan yang patologis untuk melakukan suatu impuls yang jika ditahan menyebabkan kecemasan

Diantara gejala2nya adalah:

OBSESI

KOMPULSI

Perhatian terhadap kebersihan (kotoran, kuman, kontaminasi)

Ritual mandi, mencuci dan membersihkan yang berlebihan

Perhatian terhadap ketepatan

Ritual mengatur posisi berulang – ulang

Perhatian terhadap peralatan rumah tangga (piring, sendok)

Memeriksa berulang – ulang dan membuat inventaris peralatan

Perhatian terhadap sekresi tubuh (ludah, feces, urine)

Ritual menghindari kontak dengan sekret tubuh, menghindari sentuhan

Obsesi religius

Ritual keagamaan yang berlebihan (berdoa sepanjang hari)

Obsesi seksual (nafsu terlarang atau tindakan seksual yang agresif)

Ritual berhubungan seksual yang kaku

Obsesi terhadap kesehatan (sesuatu yang buruk akan terjadi dan menimbulkan kematian)

Rituall berulang (pemeriksaan tanda vital berulang, diet yang terbatas, mencari informasi tentang kesehatan dan kematian

Obsesi ketakutan (menyakiti diri sendiri atau orang lain)

Pemeriksaan pintu, kompor, gembok dan rem darurat berulang – ulang

Pemikiran mengganggu tentang suara, kata – kata atau musik

Menghitung, berbicara, menulis, memainkan alat musik dengan suatu ritual yang beragam

Di antara contoh di atas, setidaknya ada 2 hal yang mungkin “kena” dengan saya, yaitu: Perhatian terhadap ketepatan dan Obsesi ketakutan (menyakiti diri sendiri atau orang lain) . Tapi kemudian di makalah itu dijelaskan bahwa:

Gejala – gejala obsesif harus mencakup hal – hal berikut :
-         Harus disadari sebagai pikiran atau impuls diri sendiri.
-         Sedikitnya ada satu pikiran atau tindakan yang tidak berhasil dilawan, meskipun ada lainnya yang tidak lagi dilawan oleh penderita.
-         Pikiran untuk melakukan tindakan tersebut diatas bukan merupakan hal yang memberi kepuasan atau kesenangan (sekedar perasaan lega dari ketegangan atau anxietas, tidak dianggap sebagai kesenangan seperti dimaksud diatas).
-         Gagasan , bayangan pikiran atau impuls tersebut harus merupakan pengulangan yang tidak menyenangkan (unpleasantly repetitive).

Nah kalo dari dari definisi yang ini, ada 1 yang tidak cocok dengan kondisi saya, yaitu:  Gagasan , bayangan pikiran atau impuls tersebut harus merupakan pengulangan yang tidak menyenangkan (unpleasantly repetitive).

Hmm, jadi kesimpulannya… harusnya saya tidak termasuk yang terkena OCD  karena tidak semua syarat obsesif kompulsif terpenuhi :)  (APA!!! 3 dari 4 syarat terpenuhi ???), trus apa bedanya OCD dengan perfeksionis ya? Nah yang itu masih lom tahu…

Hmm… jadi kepikiran dialog Neng dan AA selanjutnya:

AA  : “Neng.. Neng terang Dapid Bekam? eta gening nu pemaen bola ti  Inggris tea…”
Neng: “Terang A, kunaon kitu?”
AA  : “Tah .. Dapid Bekam teh gagaduhan sajenis payawat kajiwaan, basa walanda-na mah obsesip kompulsip disorder.
Manehna osok ngalakonan hiji pagawean terus-terusan, tapi teu bosen-bosen.
Manehna lamun latihan tendangan bebas teh terus weh teu eureun-eureun, tapi gara2 eta manehna jadi jago pisan tendangan bebasna.”
Neng: “ih.. si AA meni pinteran basa  walanda-na… , tapi naon hubunganna Neng sareng Dapid Bekam A?”
AA  : “Aya Neng.. sabab AA ternyata diponis dokter gagaduhan panyawat obsesip kompulsip disorder..”
Neng: “Ih.. A.. Neng mah meni sararieun, emang AA gaduh kabiasaan nu kumaha?”
AA  : “AA teh gaduh panyawat upami tos ningal Neng sakali, sok teu tiasa leupas titingalian teh…
Teu bosen-bosen hoyong terus-terusan ningal raray Neng….”

hmmm... nampaknya saya “kena” juga OCD sejenis ini , but it’s pleasantly repetitive :)

…hitam…

March 6, 2009

“Berdoa dulu ya Pa, obatnya akan dimasukkan…”

dan semuanya meredup