Mencintai Sejantan ‘Ali – Salim A.Fillah
March 10, 2009
Kisah ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah
chapter aslinya berjudul “Mencintai sejantan ‘Ali”
Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah.
Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya.
Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.
Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta.
Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta.
Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.
Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!
Maka gadis cilik itu bangkit.
Gagah ia berjalan menuju Ka’bah.
Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam.
Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.
Mengagumkan!
‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta.
Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan.
Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi.
Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah.
Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.
”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.
Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr.
Kedudukan di sisi Nabi?
Abu Bakr lebih utama,
mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali,
namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi.
Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah
sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya..
Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah.
Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab..
Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.
Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud..
Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali?
Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah.
’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.
”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.
”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”
Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan.
Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.
Read the rest of this entry »
obsessive compulsive disorder
March 10, 2009
Berawal dari kebiasaan saya membetulkan kabel pegangan telpon di meja kerja teman saya bila saya sedang mengobrol dekat mejanya. Entah, tapi rasanya kurang nyaman melihat kabelnya terpilin, jadi saya biasanya mengangkat gagang telpon, mengambil pangkal kabel telpon dan menjulurkan gagang telpon ke bawah yang otomatis berputar karena kabel yang terpilin, kemudian menaruhnya kembali bila kabelnya sudah tidak terpilin.
Rupanya teman saya menyadari hal itu, dan ia suka dengan sengaja memilin kabel telpon dahulu jika melihat saya mendatangi mejanya. Dan saya selalu membetulkan kabel telpon yang terpilin itu. Akhirnya teman saya berkata bahwa mungkin saya memiliki gejala obsesif kompulsif.
Obsesif kompulsif, apakah itu?
Setelah googling sebentar, saya menemukan tentang obsessive compulsive disorder atau disingkat OCD.
Setelah baca2 dari situs http://bayuaslilow.multiply.com
Berikut keterangannya
Obsesi adalah ketekunan yang patologis dari suatu pikiran atau perasaan yang tidak dapat ditentang yang tidak dapat dihilangkan dari kesadaran oleh usaha logika, yang disertai dengan kecemasan. Sedangkan kompulsi adalah kebutuhan yang patologis untuk melakukan suatu impuls yang jika ditahan menyebabkan kecemasan
Diantara gejala2nya adalah:
|
OBSESI |
KOMPULSI |
|
Perhatian terhadap kebersihan (kotoran, kuman, kontaminasi) |
Ritual mandi, mencuci dan membersihkan yang berlebihan |
|
Perhatian terhadap ketepatan |
Ritual mengatur posisi berulang – ulang |
|
Perhatian terhadap peralatan rumah tangga (piring, sendok) |
Memeriksa berulang – ulang dan membuat inventaris peralatan |
|
Perhatian terhadap sekresi tubuh (ludah, feces, urine) |
Ritual menghindari kontak dengan sekret tubuh, menghindari sentuhan |
|
Obsesi religius |
Ritual keagamaan yang berlebihan (berdoa sepanjang hari) |
|
Obsesi seksual (nafsu terlarang atau tindakan seksual yang agresif) |
Ritual berhubungan seksual yang kaku |
|
Obsesi terhadap kesehatan (sesuatu yang buruk akan terjadi dan menimbulkan kematian) |
Rituall berulang (pemeriksaan tanda vital berulang, diet yang terbatas, mencari informasi tentang kesehatan dan kematian |
|
Obsesi ketakutan (menyakiti diri sendiri atau orang lain) |
Pemeriksaan pintu, kompor, gembok dan rem darurat berulang – ulang |
|
Pemikiran mengganggu tentang suara, kata – kata atau musik |
Menghitung, berbicara, menulis, memainkan alat musik dengan suatu ritual yang beragam |
Di antara contoh di atas, setidaknya ada 2 hal yang mungkin “kena” dengan saya, yaitu: Perhatian terhadap ketepatan dan Obsesi ketakutan (menyakiti diri sendiri atau orang lain) . Tapi kemudian di makalah itu dijelaskan bahwa:
Gejala – gejala obsesif harus mencakup hal – hal berikut :
- Harus disadari sebagai pikiran atau impuls diri sendiri.
- Sedikitnya ada satu pikiran atau tindakan yang tidak berhasil dilawan, meskipun ada lainnya yang tidak lagi dilawan oleh penderita.
- Pikiran untuk melakukan tindakan tersebut diatas bukan merupakan hal yang memberi kepuasan atau kesenangan (sekedar perasaan lega dari ketegangan atau anxietas, tidak dianggap sebagai kesenangan seperti dimaksud diatas).
- Gagasan , bayangan pikiran atau impuls tersebut harus merupakan pengulangan yang tidak menyenangkan (unpleasantly repetitive).
Nah kalo dari dari definisi yang ini, ada 1 yang tidak cocok dengan kondisi saya, yaitu: Gagasan , bayangan pikiran atau impuls tersebut harus merupakan pengulangan yang tidak menyenangkan (unpleasantly repetitive).
Hmm… , jadi kesimpulannya… harusnya saya tidak termasuk yang terkena OCD karena tidak semua syarat obsesif kompulsif terpenuhi :) (APA!!! 3 dari 4 syarat terpenuhi ???), trus apa bedanya OCD dengan perfeksionis ya? Nah yang itu masih lom tahu…
Hmm… jadi kepikiran dialog Neng dan AA selanjutnya:
AA : “Neng.. Neng terang Dapid Bekam? eta gening nu pemaen bola ti Inggris tea…”
Neng: “Terang A, kunaon kitu?”
AA : “Tah .. Dapid Bekam teh gagaduhan sajenis payawat kajiwaan, basa walanda-na mah obsesip kompulsip disorder.
Manehna osok ngalakonan hiji pagawean terus-terusan, tapi teu bosen-bosen.
Manehna lamun latihan tendangan bebas teh terus weh teu eureun-eureun, tapi gara2 eta manehna jadi jago pisan tendangan bebasna.”
Neng: “ih.. si AA meni pinteran basa walanda-na… , tapi naon hubunganna Neng sareng Dapid Bekam A?”
AA : “Aya Neng.. sabab AA ternyata diponis dokter gagaduhan panyawat obsesip kompulsip disorder..”
Neng: “Ih.. A.. Neng mah meni sararieun, emang AA gaduh kabiasaan nu kumaha?”
AA : “AA teh gaduh panyawat upami tos ningal Neng sakali, sok teu tiasa leupas titingalian teh…
Teu bosen-bosen hoyong terus-terusan ningal raray Neng….”
hmmm... nampaknya saya “kena” juga OCD sejenis ini , but it’s pleasantly repetitive :)
…hitam…
March 6, 2009
“Berdoa dulu ya Pa, obatnya akan dimasukkan…”
dan semuanya meredup
281208
December 28, 2008
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (Q.S.Fushshilat:30)
Sang Bidadari – taken from:tuan-putri.blogspot.com
December 23, 2008
Bidadarimu..
Adalah ia yang begitu teliti menjaga
Lisan, hati, gerak dan mata
Agar terhindar dari yang tak halal baginya
Adalah ia yang belajar mencintai
ketika bahkan dirimu, imamnya kelak
belum lagi mewujud dalam sebuah nama baginya
Adalah ia yang tak henti memintal doa
untukmu, imamnya kelak
agar diteguhkan hatimu di jalan-Nya
agar dipertemukan denganmu dalam bingkai cinta pada Sang Maha Segala
what kind of mask do you wear…
November 8, 2008
Once in a lifetime…
Duperman, Splitterman and Bratman gathered at the dark alley beside the street,
surrounded by dim street ligth and heavy fog…
After have some cigarette, Duperman try to start a conversation
Duperman :”Hey Bratty…, we know each other for a long time…
we agreed to meet here, with no one seen us..
why do u still have to wear your mask… it’s kinda bug me you know…”
Bratman :”do you think your appearance can be called well..
why do you have to wear that silly tight dress now…”
Duperman :”I have some reason… this dress… make me fell different..
make me feel being super..
There’s some sensation when people consider you as a good person, although you know yourself not that good…
you know.. the truth is..
i’m only a man with a silly red sheet…
i’m only a man looking for a dream…
even heroes have a right a dream…
and it’ not easy to be me…”
Bratman :(what the hell he think of…,
he really need a psychiatrist, he really sing it…)
Duperman :”Hey Bruce… at least you can open your cap…”
Wed, 20081105 , 07:03 AM
November 5, 2008
selamat tidur semuanya :)
random memory access…
November 5, 2008
hmm.. tiba2 saja secara random, memory saya mengakses pada surat Ar-Rahman
saya sangat suka surat ini, terutama bagian
“Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
(Q.S. Ar-Rahman 56-61)
Mengerti kan kenapa bagian ini yang paling saya suka :p
Yang jelas, surat ini mengajak saya untuk selalu berusaha lebih pandai bersyukur…
Andaikata ada hal2 yang dirasakan mengecewakan di dunia ini,
Selalu ada kebaikan di akhirat bagi orang2 yang diridhoi-Nya…
Satu lagi, ayat penyambung asa:
“dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan.
Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu,
sehingga engkau menjadi puas”(Q.S.Ad-Duha : 4-5)
Semangat… karunia 4JJl itu mahaluas…
…kebahagiaan…
November 4, 2008
Artikel ini saya temukan ketika saya sedang membuka arsip2 lama saya dalam komputer secara tidak sengaja (atau 4JJl membimbing saya untuk membuka artikel ini karena yang ada dalam pikiran saya saat itu adalah “Dari manakah harus saya mulai kembali…”)
Saya tidak tahu siapa pembuatnya, semoga 4JJl merahmatinya dengan iman dan keistiqomahan… Artikelnya menyentuh … , meski tidak semuanya saya sepakat terutama pada bagian berbicara dengan malaikat yang siap mengabulkan 3 permintaan ( saya pikir cerita fiksi tentang Tuhan dan malaikat agak2 berbahaya terhadap akidah…, wallahu’alam). Eniwey, semoga 4JJl memberi kita hati yang penuh syukur.. Amin Yaa Rabbal’alamin….
Seekor Ikan Mencari Samudra
Seorang lelaki yang merasa hidupnya tak bahagia mengadu
minta kebahagiaan pada Tuhan. Sang Pencipta kemudian
mengutus malaikat untuk menemuinya.
Ketika datang, malaikat berkata, “Doamu dikabulkan.
Silakan minta tiga hal yang akan membuatmu bahagia.”
Lelaki itu amat bergembira. Ia merasa salah satu yang
membuatnya tak bahagia adalah istrinya yang amat cerewet.
“Hai orang tua, dapatkah engkau mencabut nyawa istriku,”
ujarnya. Permintaannya terkabul. Keesokan harinya istrinya
meninggal dunia.
Prolog
September 27, 2008
Bocah itu masih berlutut di tepian pantai sambil menyendokkan ember ke dalam pasir kemudian menangkupkannya di atas tumpukan pasir lainnya yang telah ia susun semenjak tengah hari tadi. Sesekali ia merapikan tumpukan pasir yang ia susun dengan kedua tangannya. Jari –jarinya menggoreskan garis-garis vertikal dan diagonal di dinding pasir. Kadang jarinya membentuk bulatan oval dan persegi juga di dinding pasir itu. “Aku ingin melukis dinding istana pasir ini sesuai dengan apa yang aku pikir aku ingin lukis pada saat pertama kali jariku menyentuh dinding pasir karena ini adalah istanaku dan aku tak perlu bantuan orang lain untuk menentukan apa yang lazim aku lukis karena aku tidak berkewajiban untuk menghibur mereka” pikir bocah itu.
Langit mulai memerah ketika ia baru saja merampungkan istananya. Ia bisa melihat mentari jingga menyembul di belakang menara istana pasirnya. Perlahan matahari itu menjadi terhalang oleh istana pasir yang baru saja ia selesaikan. Di hadapannya kini berdiri sebuah istana kehitaman dengan cahaya kemerahan mengelilinginya.
”Benar-benar pemandangan yang aku inginkan” pikirnya.