160410

April 16, 2010

alhamdulillah…

Advertisements

April 12, 2010

bersemangatlah saat pagi menjelang…
karena matahari kan bersinar, lalu kau dapati dirimu ada dalam limpahan rahmat-Nya
tenangkan dirimu kala malam menjemput…
karena tanpa kegelapannya,kau takkan menikmati keindahan bintang dan keheningannya..
bergembiralah saat hujan menggericik, karena saat itu ada keutamaan doa
bergembiralah,tanpanya kau takkan bisa menikmati wangi tanah setelah hujan

nikmatilah rasa tak berdayamu..
saat itu hatimu tak diliputi kesombongan
hayatilah tiap tetesan air matamu..
tiap tetesannya melembutkan dan membersihkan hatimu yang keras dan mengerak…

bersabar lalu bersyukurlah…
semuanya tak ada yang tersia-siakan..

290110 21:19

karena peristiwa terkadang berulang..
selama kefanaan masih menyelimuti..
tak ada kebahagiaan yang abadi..
pun kepiluan akan menghilang..

berdiri dan melangkah..
kesulitan akan membuat kita lebih pandai bersyukur.. insyaAllah..

120410 16:30

Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu.
Berjalan, duduk, dan tidurmu.

Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu.
Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yang diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.
Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik?
Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.
Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak! Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.
Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani, justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana.
Read the rest of this entry »

…maktub…

December 19, 2009

malam itu sang bocah masih menatap bintang
kali ini ia merasa selaras dengan alam semesta
kali ini ia telah menukar cakar dan taringnya dengan sepasang sayap
dan kali ini bumi tak akan mendekap
ia tahu ke mana ia akan melaju..

ia akan melesat..
kepakan pertama, perlahan kakinya tak lagi menapak tanah
kepakan kedua.. ketiga.. semakin lama ia menjauh dari permukaan

ia melesat..
ia ingin hayati setiap sensasi yang ia alami
hembusan udara dingin yang menyelusup ke dalam pori-pori
dan wangi pinus yang menyelisik setiap inci paru-parunya
matanya berbinar menatap cahaya..
belum pernah ia menatap cahaya itu sedekat ini..
pun belum pernah cahaya ditatap selekat itu…

ia melesat..
semakin tinggi..
hingga tak lagi mengenali di mana ia pernah berpijak..

sudah separuh perjalanan..
nafasnya mulai memburu
sayapnya kian meluruh..
namun pandangannya masih berbinar..

sudah separuh perjalanan..
semua sudah tertulis
ia hanya menjalankan perannya untuk menyingkap tabir takdir

191209 16.52

… refleksi

November 12, 2009

Saat ini bocah itu hanya ingin memandang langit..
ia selalu merasa tenang dengan purnama dan riak bintang..

Tepat tegak lurus di atas kepalanya
terangkai tiga bintang yang sejajar, simetris dan sama terangnya
ia tak tahu rasi bintang apakah yang ia pandangi saat ini
ia tak peduli
ia hanya ingin mengaguminya

dalam kekhusuannya menatap langit malam
ia selalu merasa kecil
terlintas dalam pikirnya, sejauh manakah ia akan melesat
andai grafitasi bumi tak lagi menahannya

sekali lagi..
malam ini ia senang karena langit masih sudi untuk ia tatap
namun ia tidak ingin terlalu larut dalam keceriaan
karena di dalamnya masih mengganjal ketidakpastian
pun tak ingin hanyut dalam kekhawatiran
sebab masih ada harapan akan ketentraman

ia sadar..
setiap tarikan nafas adalah amanah
Dan semua hal2 baik yang terjadi di sekitarnya
adalah jawaban dari keinginan dan doa2nya, juga doa orang2 yg mencintainya
bahkan ketika keinginan itu masih berupa lintasan dalam benaknya..
ia paham seharusnya ia merasa tenang dan lebih pandai bersyukur
karena tak sedetik pun IA meninggalkannya..

121109 22.36

1709092142

September 17, 2009

alhamdulillah…
banyak hal baru di ramadhan kali ini
sebuah keberkahan bisa mengenal kawan2 dari MPI
banyak belajar dari mereka
di sela2 rutinitas mencari nafkah
masih ada energi untuk bermanfaat bagi sesama
kebersamaan.. ketulusan..

pun aku tak pernah melangkah sejauh ini
dan hasil bukanlah wilayahku…
Terima kasih ya Rabb atas jalan2 yang Kautunjukkan
Segala kebaikan berasal dari-Mu

Di penghujung ramadhan yang tersisa..
Di sela ketidaksempurnaan ibadahku..
aku berharap keberkahan dari-Mu..

unperfect poem

May 21, 2009

i know that you’re unperfect
and my self isn’t either
but it would be perfect if we could be together

i know that your world is unperfect
and my world isn’t either
i know it’s not a perfect world
but it would be a perfect life if we share our life

i know your story is sad and blue
and my song is lame and glued
but it would be a perfect poem if we write it together

ud-210509-unperfect poem (yet)