CInta Adalah…

January 18, 2007

Enam tahun yang silam cinta menyapaku, ia ceritakan mimpi-mimpinya tentang kebahagiaan, ia mengajakku terbang bersama angan-angan dan berkata bahwa ialah satu-satunya alasan atas penciptaan makhluk bernama manusia. Saat aku mencoba meraihnya, ia pergi dengan alasan bahwa waktunya bersamaku sudah habis. Cinta telah mengkhianatiku untuk pertama kalinya.

Satu purnama berlalu, kali ini cinta datang dalam wujud yang lain, ia hadir karena sebuah kekecewaan. Kali ini aku berusaha untuk lebih pintar dengan tidak begitu saja memercayainya.

Tiga kali bumi mengitari surya, aku mulai memahaminya. Ia adalah cinta yang penuh kesederhanaan. Ia cinta yang menyimpan kepedihan atas kegagalan dan harapan atas kebangkitan. Ia tidak bercerita tentang kebahagiaan, ia membuatku sadar bahwa kebahagiaan adalah bagian dari dirinya.

Masih, cinta mengkhianatiku. Kali ini ia berkata bahwa dirinya bukanlah cinta, seperti halnya cinta bukanlah aku. Ia berkata bahwa ia telah menemukan sebenar-benarnya cinta, dan seperti dirinya, seharusnya aku pun dapat menemukannya. Sekali lagi cinta hanyalah menyisakan kehampaan. Dan masih, cinta belum puas melihat kesakitanku, kali ini ia hadir dalam wujud sahabat yang mendengar segala keluhan serta keceriaan orang asing yang rupawan. Tidak seperti kali-kali sebelumnya, kuputuskan untuk tak menghiraukan cinta.

Hidup tanpa cinta membuatku memiliki waktu untuk mengamati makhluk-makhluk di sekelilingku. Seorang sahabat yang kukagumi atas segala pendirian dan keilmuannya tentang sifat-sifat Ilahi telah menyerah dengan makhluk yang mengaku bernama cinta. Ia mencoba hidup dengan sisa pendirian dan penyerahan diri terhadap makhluk yang dikenalnya sebagai cinta. Ia menjalani hidupnya dengan kemungkiran atas pemahaman dan ketulian atas kebenaran. Ia telah membunuh sebagian pendiriannya yang lain yang selama ini kukagumi. Lagi, kurasakan sebuah kegetiran, tapi kali ini bukanlah karena cinta, perasaan ini tidak ingin memiliki dan tidak memaksakan sebuah keinginan. Ia jauh lebih tenang dan melupakan kekecewaan.

Di waktu yang lain, sahabatku yang kukagumi atas keceriaannya datang kepadaku, ia mengeluh bagaimana makhluk yang bernama cinta telah pergi meninggalkannya dan mengambil keceriaannya. Ia juga berkata bahwa telah berdatangan makhluk-makhluk lain yang mengaku bernama cinta menawarkan keceriaan yang lain sebagai pengganti keceriaannya yang telah hilang. Aku hanya bisa mengatakan bahwa mereka adalah makhluk yang tertipu, mengira dirinya bernama cinta, dan jika kau memercayainya, kau tidak lebih baik dari mereka. Dan lagi kegetiran menyapaku, kudapati sahabatku mengalah atas kehilangannya, dan menjalani hidupnya sebagai orang yang tertipu. Ia tak mampu keluar dari lingkaran setan makhluk-makhluk yang mengaku bernama cinta yang selalu memberikan impian mengenai kebahagiaan, yang sebenarnya adalah pemenuhan hasrat yang sesaat, tapi ia memilih untuk menjadi orang yang tertipu.

Sekali lagi, perasaan ini menyelimutiku ,tapi ia tetap tenang dan melupakan kekecewaan.

Kuamati sahabat-sahabatku yang lain dan kudapati satu persatu mereka meninggalkan impiannya tentang kebenaran, mereka menanggalkan keyakinannya dan menyerah dengan alasan yang tak asing lagi bagiku, cinta.

Kekosongan hati ini telah membuatku dapat mendengar dan melihat apa yang selama ini orang-orang bijak katakan, mereka berbicara tentang cinta, tapi cinta yang mereka utarakan tidaklah seperti yang aku dan sahabat-sahabatku kenal. Cinta yang mereka ceritakan adalah zat yang penuh kesabaran dan penantian atas harapan. Zat ini tidak mengorbankan keyakinan atas kebahagiaan sesaat. Kadang ia mengambil wujud sebagai kesedihan, kesengsaraan, dan segala ketidakmampuan, namun pada saat yang sama ia memberi harapan bahwa segala kepedihan, kesengsaraan dan ketidakmampuan ini bukanlah untuk kesia-siaan, namun untuk Zat yang jauh lebih agung dari zat yang bernama cinta. Dari Zat inilah kepedihan, kebahagian, kekecewaan, cinta dan harapan berasal, Zat ini sumber dari segala sesuatu yang ada di alam semesta dan juga yang tidak ada di alam semesta yang selama ini tidak dapat kita bayangkan. Orang-orang bijak ini juga berkata bahwa cinta takkan pernah memendam kesedihan yang berlarut-larut, karena di dalamnya terkandung sifat kerelaan atas segala hal yang dikehendaki Zat Yang Mahaagung. Kesedihan dan kekecewaan yang berlarut-larut adalah bagi orang-orang yang tertipu dan tidak menghayati cinta. Cinta adalah bagian dari sifat keilahian, bagaimana mungkin ia menjerumuskan kita dari aturan-aturan Ilahi. Cinta bukanlah hasrat ataupun ketergesa-gesaan. Ia tidak berbicara dengan bahasa lisan, ia berbicara dengan cara yang sudah ada sejak penciptaan manusia, ia berbicara dengan cara yang sama saat seekor binatang menyusui anaknya, ia berbicara dengan cara yang sama saat kita bangun di pagi hari, yang mungkin kita tidak sadar bahwa kita telah merasakan miniatur dari makhluk lain yang bernama maut. Keberadaan kita adalah bukti dari keberadaannya.

Dan pagi ini cinta kembali menyapaku, ia hadir dalam sebuah mimpi. Mimpi di mana suatu saat aku salat berjamaah dengan makhluk yang pernah menyebut dirinya bukanlah cinta, kemudian makhluk itu dengan penuh kelembutan mencium punggung tanganku. Namun, kali ini kurasakan cinta lebih tenang dan tidak memaksakan.

ud

160604 10:41

Advertisements

3 Responses to “CInta Adalah…”

  1. um zak Says:

    aduh yud, bahasanya euy menyentuh hatiku
    memang cinta yang hakiki adalah cinta makhluk kepada sang khalik
    salam.. um zak = zakki djati djamin :D

  2. silentsoul Says:

    kayanya kamu juga bisa bikin cerita jiga kieu versi kamu sendiri :)


  3. enak sungguh halwa jiwa setelah membaca karya mu ini..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: