Just Another Weird Dream….

January 18, 2007

Kulihat kau dari jarak yang hanya beberapa kaki saja. Goresan kegelisahan dapat kutangkap dari sorot matamu. Kualihkan pandanganku dan bersandar pada bingkai jendela yang berada tak jauh di sebelah kiriku. Sekedar ingin memanjakan mata dengan cahaya surya yang terasa begitu terang. Entah mengapa matahari terasa begitu dekat sekali dan sejajar dengan tubuhku . Dan dapat kulihat awan-awan putih berarak di bawahku. Ya …, Aku berada di sebuah ruangan kelas di langit yang tak jelas lapis ke berapa… Kurasakan kau menghampiriku dan berdiri di samping kananku. Menyilangkan tanganmu di atas bingkai jendela yang sama tempatku bersandar lalu menumpangkan dagumu di atas kedua tanganmu.

Kugulirkan pandanganku perlahan ke sebelah kanan, memuaskan rasa penasaranku atas keindahan parasmu. Entah mengapa, tapi penampilanmu kali ini tidak seperti biasanya. Wajahmu yang biasanya polos kini tertutupi oleh topeng-topeng halus berwarna-warni yang mereka sebut sebagai riasan. Tapi semua topeng-topeng itu masih tak dapat menyembunyikan kemuraman dan kegundahan sosok di belakangnya.

Wajah murammu mencoba menerawang lepas menembus awan –awan tipis yang memang kadang menutupi kilauan mentari. Kau tampak tak perduli kepada sosokku yang dari tadi mencoba menerka siratan pesan dari kemuraman parasmu.

Ya…, matahari memang sangat dekat dengan kita saat ini. Namun kita tak sedikit pun merasakan kehangatannya. Ya…, cahayanya memang sangat terang dan menyilaukan saat ini. Namun tetap tak mampu mengusir awan gelap yang menyelimutimu.

Tiba-tiba kurasakan angin kencang yang dingin menerpa tubuhku dan tubuhmu. Kita terdorong beberapa langkah menjauh dari jendela. Kedua tanganmu menyilang mendekap erat tubuhmu sendiri yang tampak tak mampu menahan dinginnya terpaan angin.

Ya…, aku pun merasakannya… aku pun kedinginan dan mentari masih tak mampu menghangatkan kita. Tapi lihatlah pakaianmu…,begitu minim dan mengerikan…, aku ragu apakah pakaian seperti itu masih layak disebut pakaian…pantas saja kau sangat kedinginan.

Kau kini memang tak seperti kau yang kukenal… Entah apa yang terjadi padamu selama kau menghilang dari kehidupanku…Lihatlah dirimu sendiri dengan topeng – topeng halus itu dan dua helai kain yang kau sebut pakaian dan kaukenakan saat ini… Kau duduk berjongkok dan menggigil kedinginan di depanku… Tak peduli bahwa aku masih mengamatimu…

Kuulurkan tanganku dan mengalirlah kata pertama dari mulutku ini,”Maukah kau berhijrah lagi bersamaku…”

Bdg Saturday190806 09:09

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: