Surat untuk Sahabat

May 25, 2008

Sahabat…
Pertemuan tadi siang ternyata berdampak positif bagiku
Keadaanmu saat ini ternyata membangkitkan kerinduan akan keadaan yang pernah sama-sama kita perjuangkan
Aku berterima kasih padamu atas itu..

Nasihatmu kepadaku tadi siang…
Ketika kau mulai menceritakan visi dan misi hidupmu
Dan bahwa sebaiknya aku kembali membenahi visi hidupku dan mulai merencanakan misi- misi untuk mencapai visiku itu..
Saat itu aku berpikir, betapa lugunya dirimu dengan segala idealismemu
Namun, ketika aku berpikir lebih dalam..
Kutemukan kebenaran dalam kata – katamu… tak ada keluguan di sana… yang ada adalah kau kembali menemukan idealismemu dan kau mengajakku kembali menemukan idealismeku…

Sahabat…
Berita mengenai rencana baikmu, itu adalah berita yang sangat mengembirakan.
Kau telah melangkah sahabat, semoga dalam setiap langkahmu teriring doa untuk selalu menggapai keridhoan-Nya
Aku yakin kau mampu mengatasi segala kekhawatiran yang belum tentu terjadi…
Dan percayalah… orang yang telah kau pilih adalah orang yang sangat beruntung…

Sahabat…
Tak terasa persahabatan kita sudah hampir sebelas tahun
Selama itu rasanya tak pernah ada kata-kata atau perbuatanmu yang menyakitiku
Mungkin pernah sekali aku marah padamu.., tapi bila diingat sekarang masalah yang pernah terjadi itu pun bukanlah sesuatu yang besar.
Itu pun terjadi di tahun pertama persahabatan kita , mungkin saat itu kita masih belum mengenal karakter masing – masing

Sahabat…
Begitu banyak peristiwa yang telah kita lalui bersama…
Begitu sabarnya kau mendengarkan keluhanku
Aku bersyukur kepada 4JJl telah menjadi sahabatmu
Bila ada sebuah kata yang bisa menggambarkan dirimu…
Maka kata itu adalah…
TULUS

Terima kasih telah tulus menjadi sahabatku
Semoga persahabatan kita ini berlanjut menjadi sebuah persaudaraan yang dikarenakan 4JJl di dunia dan di akhirat kelak
Aamin

Advertisements

4 Responses to “Surat untuk Sahabat”

  1. muli@h@ck Says:

    Sahabatku
    Sukamu Sukaku
    Dukamu Dukaku
    Bahagiamu Bahagiaku
    Tapi yang satu ini calonmu bukanlah calonku

    Sahabatku
    Selama ruhmu masih di jasadmu
    Selama itu pula tugas mulia ada di punggungmu
    berikan warna yang cerah pada hidupmu
    secerah mentari menyinari hatimu

    Sahabatku
    Genggamlah dengan erat janji Allah kepadamu
    Berpegang teguhlah kamu sekalian kepada agama-Ku
    niscaya Aku akan menolongmu

    Sahabatku
    Dari lubuk hatiku
    Ku ingin pula berterima kasih kepadamu
    telah mau menjadi sahabat karibku
    semoga tali persahatan ku dengan mu
    akan berakar sampai ruhku meninggalkan jasadku
    Aamiin…

  2. ud Says:

    Ahh…
    dan hampir dua minggu yang lalu kau berkunjung ke rumahku dengan membawa istrimu…
    Kau bertanya mengapa wajahku tak bisa untuk tidak terus tersenyum…
    Entahlah…
    tapi kurasakan sensasi aneh bahwa aku pun bahagia atas kebahagiaanmu…
    mungkin karena mimpimu adalah bagian dari mimpiku…

  3. thessic Says:

    Heuheu…keren euuuy! puitis bangets! :)

  4. ud Says:

    @thessic
    alhamdulillah :)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: