Kuliah perdana Pra nikah

April 24, 2009

dapet copas dari : http://amaliasolicha.com/?p=266

Alhamdulillah ahad kemarin tanggal 20 April, telah dimulai kuliah perdana ini, dikarenakan beberapa request dari sahabat2, maka kucoba tuliskan materi perdana kuliah kali ini. Materinya Sesuai dengan kurikulum yang pernah kutuliskan disini..

Langsung saja yak ;)

Mengenai Persiapan nikah

Pertemuan kali ini terdiri dari beberapa point, point pertama dimulai dengan pendahuluan, berupa urgensi mengenai pernikahan, dilanjutkan dengan pembahasan bekal-bekal apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menikah.. Sebelumnya, mohon maaf jika pembahasan yang saya tuliskan lagi disini lebih banyak dari sisi muslimah, karena kelas antara ikhwan (laki-laki) dan akhwat (perempuan) terpisah, jadi masing2 punya pembahasan khusus tersendiri meski topiknya secara global sama :)

Berikut pendahuluan yang mengawali materi kali ini :)

Islam sangat mengajurkan pernikahan. Banyak ayat- ayat Al Qur’an dan Hadist Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang keutamaan dan hikmah pernikahan, antara lain : menentramkan jiwa, rasa kasih sayang, menutup pandangan dari yang diharamkan Allah, melestarikan hidup manusia-memelihara nasab, menjalin ikatan kekeluargaan, memperkuat hubungan kemasyarakatan dan merupakan jalan untuk mengatasi kemiskinan.

Keutamaan dan hikmah pernikahan tersebut akan bisa dicapai manakala bekal persiapan menikah dimiliki oleh mereka yang akan melaksanakan pernikahan. Memasuki gerbang pernikahan ibarat mulai menaiki kapal untuk berlayar di tengah samudra kehidupan yang luas dan dalam, sehingga mempersiapkan bekal untuk menghadapinya merupakan keniscayaan.

Adapun bekal-persiapan nikah meliputi :

A.Persiapan Ilmu-fikriyah

1. Matang visi keislaman :

Disana dijelaskan dari sisi individu seorang muslimah terlebih dahulu, mengenai urgensi dari kepahaman kita akan jati diri kita sebagai seorang muslimah dengan segala aturannya, bangga sebagai muslimah dan berusaha berislam secara kaffah.

Nah, Kematangan ini nantinya akan dapat berbuah keyakinan dan pemahaman bahwa dalam berumah tangga, interaksi antara seorang muslimah dengan suaminya kelak adalah manusiawi, namun pertanggung jawaban atas setiap akivitas itu langsung kepada Allah.. hmm artinya gini, jika kita menyadari bahwa setiap interaksi kita sebagai manusia itu pertanggungjawabannya langsung kepada Allah, maka muslimah akan lebih bersikap cermat baik dalam berniat, berbuat maupun bersikap. smuanya akan kita lakukan hanya karna Allah, mengharapkan Ridhonya, akan ad saat kita kecewa dan hal-hal yang tidak berkenan di hati, smuanya kita kembalikan pada Allah, karna apa, karna tanggung jawab kita langsung pada Allah..

2. Matang visi kepribadian

Artinya paham akan diri kita sendiri (tp secara proporsional menilai diri, tidak terlalu negatif dan jg tidak

terlalu positif -> ffhh..susah memang yak, Amel akui itu :D), berusaha ridha dengan apa yang telah kita miliki secara dasar (sebagai contoh hal yang dasar adalah, kulit sawo matang, hidung tidak mancung, pipi tembem, dan hal lainnya yang kita harus ridhai dan syukuri:) )

Dari kepahaman akan diri kita sendiri akan mengarah pada kriteria calon pasangan dan juga dapat dijadikan sebagai bekal untuk mengenali pasangan kita, disebutkan pula bahwa kriteria pasangan yang paling baik adalah yang paling tepat, bukan karena keidealannya.. wallahu’alam :)

3. Matang visi skill-pekerjaan

skiil disini sifatnya lebih ke konseptual berupa pengetahuan-pengetahuan yang idealnya diketahui sebelum menikah, seperti hak dan kewajiban suami istri, skill komunikasi, pemahaman fiqh keluarga, pendidikan anak, manajemen keuangan, sosiologi dan kemasyarakatan.

Dalam skill komunikasi rumah tangga lebih lanjut dibahas, berupa kata2 kunci dalam komunikasi yang biasanya berinti menjadi satu hal bagi perempuan dan laki-laki, berikut satu kunci itu:

kata kunci bagi perempuan adalah ”Empati“, sedangkan kata kunci bagi laki-laki adalah “eksistensi“. maksudnya kenapa empati bagi perempuan, karena perempuan akan merasa senang jika suaminya sudah menunjukkan sikap empati, sementara laki-laki akan merasa senang jika istrinya menseniorkan dirinya, membuat ia merasa di exist-kan.

Kemudian mengenai pendidikan anak lebih lanjut dijelaskan juga bahwa pendidikan kepada anak sebaiknya diterapkan sedini mungkin sedari kandungan, kemampuan seorang calon ibu yang menikmati masa-masa kehamilan (walau dengan segala penderitaannya) dan mendidik anaknya semenjak ia berada di dalam kandungan (”aduh, gmn ngomongnya yak:D, susah dijelaskan dengan kata2 bagian ini:D”).

B. Persiapan Ruhiyah Ma’nawiyah

1. Memahami bahwa jodoh adalah rahasia Allah, dengan itu mampu menimbulkan sikap yang positif untuk menjemput jodoh itu, memahami cinta sejati itu muncul dan terasa nyaman setelah menikah, ikhlas menerima sisi positif/negatif pasangan, memahami bahwa pasangan kita adalah amanah sekaligus ujian buat kita, fokus pada perbaikan diri dan tidak membuang energi percuma dengan mengekspresikan cinta yang belum pada tempatnya, membiasakan positive thinking sedari sekarang.

Ingatlah janji Allah bahwasanya “Perempuan yang baik-baik adalah untuk laki-laki yang baik…… “

2. Peningkatan ibadah mahdhoh, ini lebih kepada masa-masa setelah khitbah (lamaran), dikarenakan masa-masa ini dikatakan masa-masa dimana fluktuasi emosi menjadi sangat cepat, jadi dengan terus mencoba membangun kedekatan kita pada Allah, banyak berkomunikasi padaNYA, insya Allah, masa-masa ini mampu kita lewati.

3. Memahami bahwa menikah adalah ibadah, dan menikah merupakan setengah dari dien, diawali dengan niatan yang lurus hanya karena Allah, berupaya bagaimana nantinya kelak keluarga yang saya bentuk ini mampu bermanfaat bagi umat (keluarga, profesi, masyarakat).

C. Persiapan fisik jasadiyah, yakni :

1. Kesehatan : pemeriksaaan dan pemeliharaan organ-organ tubuh, seperti organ pernafasan, organ reproduksi, dan lain2.

2. Kekuatan : bagaimana kita mempersiapkan secara fisik untuk dapat menanggung tambahan beban kelak ketika sudah menikah, tentunya jelas berbeda ketika kita masih single , sedari sekarang memiliki pola hidup sehat (makan teratur, cukup minum (min 8 gelas sehari), olahraga), memanage stress, memperhatikan nilai gizi dari makanan (tidak hanya enak dilidah), ffuuhh…PR besar ini bagiku :D.

D. Persiapan Finansial-Maliyah, terdiri dari beberapa hal, yaitu:

1. Memiliki keyakinan bahwa Rizqi itu datangnya dari Allah (QS:An-Nur:32), namun mengetahui prosedur untuk menjemput rizqi itu.

2. Mempunyai “Modal”, maksudnya modal disini tidak hanya sumber maisyah (penghasilan) bagi calon suami,tapi juga modal seorang calon istri berupa kemampuan memanage keuangan tersebut. Ummi juga berpesan bahwa “lebih baik mempersiapkan pada pahit-pahitnya dulu, supaya jika benar memang kita mengalami, maka kita ga kaget lagi, tapi klo ga mengalami, ya syukur alhamdulillah” , “Ho oh yo” :D

Selanjutnya diberikan ringkasan berupa langkah praktis dalam persiapan untuk menikah, yaitu:

1. Jadilah orang sholih dengan memulai proses dan mencari lingkungan yang baik.

2. Optimalkan dan matangkan semua persiapan pernikahan.

3. Buat kriteria pasangan yang tepat dan cari dengan cara yang ditentukan Islam

4. Musyawarah dengan orang yang paham.

5. Mengusahakan proses ta’aruf (perkenalan), akad nikah, walimah dan pasca nikah, bersih dan islami, senantiasa meluruskan niatan, smoga Allah memudahkan dan menjaga niatan dan proses-proses tersebut..amiin :)

Wallahu’alam Bishawab

Sumber: Kuliah perdana Pra Nikah dan manajemen rumah tangga islami.

Advertisements

5 Responses to “Kuliah perdana Pra nikah”

  1. deuh Says:

    deuuuh calon penganten yeeuuuuhh….

  2. ud Says:

    Naon zakki djati djamiiiiin …
    saya amini saja lah :)

  3. lia Says:

    “wew” lg nyari ilmu untuk nikah yah…??? :D

  4. ud Says:

    sambil jalan nabung ilmu dulu lah :)

  5. levi Says:

    bagaimana cara bilang ke suami untuk masalah finansial ….maksudnya nafkah…cara meminta nya gmn?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: